Peserta MHQS merupakan siswa-siswi SD/MI Se-Kab. Sumenep.
Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara online dan wajib melakukan (pembayaran dan administrasi) .
Pendamping/orang tua wajib mengikuti Technical Meeting. Jika tidak hadir, maka pendamping dan peserta dianggap menyetujui semua aturan yang telah disepakati dalam Technical Meeting.
Nomor urut tampil akan diundi saat tanda tangan kehadiran pada hari pelakasaan MHQS.
Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Peserta wajib datang tepat waktu dan berada di tempat yang telah disediakan panitia 20 menit sebelum perlombaan dimulai. Segala konsekuensi akibat keterlambatan menjadi tanggung jawab peserta itu sendiri. Kecuali bagi peserta yang mengalami kendala selama perjalanan dapat diberikan keringanan oleh panitia dengan syarat menghubungi panitia terlebih dahulu mengenai kendala yang dialami. Keringanan berupa tampil setelah nomor urut peserta terakhir.
Peserta yang belum tampil menempati ruang tunggu yang telah disediakan panitia.
Apabila dalam 3 kali pemanggilan peserta tidak hadir, maka peserta dinyatakan kalah (diskualifikasi). Dengan jarak pemanggilan ke 1 – 2 selama 20 detik , ke 2 – 3 selama 30 detik.
Peserta MHQS wajib menunjukkan identitas dengan fotocopy kartu pelajar/surat keterangan siswa.
Peserta wajib menjaga ketertiban dan ketenangan selama acara berlangsung. Jika terjadi kerusuhan, maka peserta yang membuat kerusuhan tersebut akan di-diskualifikasi.
Peserta wajib berpakaian muslim/muslimah, rapi, dan sopan pada saat hari perlombaan.
Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Bagi peserta yang berhalangan hadir / sakit pada H-2 saat hari perlombaan dapat mengganti peserta dengan konfirmasi pada panitia maksimal H-1 acara.
Setiap sekolah diperbolehkan membawa guru pendamping.
Peserta tidak diperbolehkan membawa mushaf Al-Qur’an pada saat tampil.
Peserta memilih sendiri nomor soal yang ada di layar monitor dengan cara menyebutkan nomor soal.
Apabila peserta salah dalam menjawab pertanyaan, juri akan memberikan kode berupa bel.
Jika selama 10 detik peserta tidak menjawab, maka soal tersebut dianggap hangus dan dilanjutkan pada soal selanjutnya.
Peserta lomba tahfidz tidak perlu mengucapkan salam pembuka dan salam penutup. Tetapi di awali dengan Ta’awudz dan basmalah serta Tashdiq pada akhir soal ketiga.
Ta’awudz & Basmallah hanya dimulai saat awal soal di berikan oleh juri.